cara melepas kabel busi dari koil motor
1 Lepas kabel koil dari dudukannya dengan kunci 10mm dan lepas socket input juga. 2. Lepas kop busi dengan diputar berlawanan arah jarum jam. 3. Selanjutnya potong beberapa senti kabel (sesuai keinginan) dengan cutter tajam, potong sampai mengenai kawat bagian dalam dan tarik kabel bagian luar yang telah di potong tadi hingga tersisa bagian
3 Periksa Koil (Ignition Coil) Lepaskan kabel dari CDI yang ada di koil, copot juga tutup/cop busi dari kabel koil. Ukur tahanan antara terminal kumparan primer koil (terminal kabel yang ke CDI) terhadap massa. Tahanan standar 0,5 Ohm sampai dengan 0,6 Ohm, jika hasilnya diluar standar maka koil perlu diganti.
alatyang di butuhkan yaitu MULTI TESTER atau biasa di sebut AVO METER. caranya yaitu: pertama-tama anda harus melepas kabel busi mobil anda satu per satu, saat mencopot harap hati-hati, jangan mencopot dengan cara menarik kabelnya, karena hubungan inti arang kabel mudah terlepas dari stecker saat kabel di tarik.
Gambaraki motor beserta kabel negatif dan positifnya Cabut kabel aki. Mencabut kabel pada aki tidak dapat sembarangan. Pertama-tama, lepaskan kabel pada aki dengan kutub negatif terlebih dahulu dengan bantuan obeng. Setelah lepas, kemudian lepas bagian kutub positifnya.
Caranyaadalah dengan melepas busi dari rumahnya. Setelah itu masukkan kabel busi dan tempelkan ke blok mesin. Nyalakan motor dengan kick starter dan cek apakah kabel busi mengeluarkan percikan api. Jika busi sudah tidak menciptakan percikan api, Anda tidak bisa memperbaikinya.
Site De Rencontre Gratuit Pour Vieux. - Awas, membiarkan koil dan kabel busi yang bermasalah bisa bikin motor kalian terbakar. Jangan sepelekan kondisi koil dan kabel busi di motor, sebab kalau sudah getas malah jadi pemicu terjadinya kebakaran. Seperti diketahui kalau kabel busi atau koil ada pembungkus yang terbuat dari karet. "Seiring dengan pemakaian, terkena panas mesin misalnya, karet sebagai insulator itu bisa getas kemudian robek," buka Azis Mubarok selaku Service Advisor Yamaha Harapan Motor Sejahtera kepada Baca Juga Bore Up Suzuki GSX 150 Series, Jangan Lupa Sesuaikan Head Silinder Sedangkan koil sendiri berfungsi untuk melipatkan gandakan listrik sehingga busi bisa memercikan api. "Kalau karetnya rusak, terjadi kebocoran arus dan kalau sudah parah bisa timbulkan percikan-percikan api dari listrik yang bocor," jelas Azis saat dihubungi melalui pesan singkat. cop busi yang lebih rapat dan dioles sealer Bahayanya kalau ada benda yang mudah terbakar di sekitar busi atau koil. "Misalnya kebocoran bahan bakar yang sering menimpa motor sport, masalah pada kabel busi ini bisa bikin terjadinya kebakaran itu," wanti Azis. Baca Juga Substitusi Filter Oli Honda CRF250 Rally, Pakai Filter Oli Kawasaki
Unduh PDF Unduh PDF Anda perlu mengganti kabel busi. Kabel busi memang dapat usang, terutama pada rangkaian di dalam penutup boot penghubung busi dan koil. Anda perlu menemukan lokasi kabel, mengenali panjang dan jumlah kabel yang tepat, dan mencabutnya dengan hati-hati dari businya. 1Buka kap kendaraan Anda. Pengunci kap biasanya terletak di sisi kanan bawah dasbor pengemudi. Beberapa jenis mobil menggunakan kap hidrolik yang tetap terbuka secara otomatis. Bagaimana pun caranya, penting untuk memastikan kap tidak akan jatuh menimpa Anda ketika Anda mengerjakan sesuatu pada mesin mobil. 2Temukan kabel busi. Kabel busi biasanya terletak di samping tutup katup di dalam kepala silinder. Pada satu ujungnya, setiap kabel menempel pada sebuah busi dan ujung lainnya pada sebuah distributor atau koil penyalaan. [1] 3Pahami mengapa kabel busi usang. Akibat tegangan listrik tinggi yang terus menerus melalui kabel busi, kabel busi memiliki kecenderungan peningkatan resistensi seiring berjalannya waktu. Pada akhirnya, hal ini menyebabkan tingginya resistensi yang menghalangi aliran listrik. Dengan peningkatan resistensi pada kabel, terdapat penurunan jumlah listrik yang sampai ke busi –yang menyebabkan pembakaran tidak sempurna gas di dalam silinder. Apabila terdapat kerusakan pada pelindung kabel busi, maka Anda perlu mengganti kabel busi. [2] 4 Tentukan apakah Anda perlu mengganti kabel busi atau tidak. Usia kabel semata tidak benar-benar menunjukkan bahwa Anda memerlukan kabel busi baru. Perhatikan adanya kerusakan pada kabel, dan dengarkan apabila terdapat kegagalan mesin. Apabila Anda melihat percikan dari kabel ke mesin, hal ini merupakan tanda Anda perlu mengganti kabelnya. Ketahuilah beberapa gejala mesin yang kentara mesin menyala dengan kasar dan melonjak-lonjak serta suara “batuk”yang dalam. Gejala mesin ini dapat juga disebabkan oleh busi yang cacat dan masalah lain yang lebih parah, sehingga pertama-tama Anda harus membuktikan kabel businya telah rusak dan perlu diganti. [3] Anda mungkin perlu menganti kabel apabila melihat adanya percikan api ke tanah pada malam hari dengan posisi kap terbuka dan mesin menyala. Tergantung pada konduktivitas kabel Anda, mungkin saja terdapat percikan api dari seluruh bagian depan mobil, atau hanya dari satu titik. Cari cacat yang kentara pada kabel. Anda mungkin menemukan jumbai, retak, bahkan noda gosong. Kerusakan mana pun dapat menunjukkan bahwa Anda perlu mengganti kabel busi. 5Tentukan jumlah kabel yang Anda butuhkan. Setelah Anda menentukan jumlah dan jenis kabel busi, Anda dapat membelinya pada toko suku cadang mobil mana pun di daerah Anda. Pegawai toko akan dengan senang hati membantu memastikan Anda mendapatkan jenis dan jumlah kabel yang tepat. 6 Pastikan Anda membeli kabel dengan panjang yang tepat. Anda harus membeli keseluruhan set, meskipun Anda hanya perlu mengganti satu kabel. Dengan demikian, apabila Anda memiliki mesin enam silinder, Anda harus membeli keenam kabel, yang masing-masing memliki panjang berbeda. Anda harus mengetahui panjang kabel yang akan digunakan dengan membandingkannya pada kabel lama pada mesin Anda. Sebisa mungkin gunakan kabel yang panjangnya tidak jauh berbeda dengan panjang kabel yang lama. Pabrikan yang berbeda memiliki panjang yang berbeda pula, dan kabel pengganti seringkali dijual lebih panjang dari kabel aslinya. Ini memungkinkan mereka menjual lebih banyak rakitan kabel untuk menyesuaikan lebih banyak pemasangan, sehingga mungkin terdapat sedikit perbedaan. Periksa panjang kabel sebelum memulai, dan hal ini tidak akan menjadi masalah. Kualitas merupakan hal penting. Jangan mencoba menggunakan perangkat “tentukan panjang kabel sendiri” kecuali perangkat tersebut berkualitas baik dan Anda dapat memasang boot sendiri. Seringkali pabrikan tidak mengizinkan perbaikan kabel. Jangan memotong kabel untuk mendapatkan panjang tertentu kecuali Anda mengetahui dengan pasti ujung kabel baru dapat dipasang dengan aman pada kabel yang Anda potong. Sebaliknya, Anda mungkin akan menyesalinya! Sebagian kabel busi dapat dibeli sendiri-sendiri pada beberapa toko suku cadang dalam keadaan sudah terangkai seluruhnya. Iklan 1Pastikan mobil dalam keadaan mati. Jangan pernah mencoba mengganti kabel busi pada motor yang menyala. Juga jangan mencoba mengganti kabel busi pada motor yang terlalu panas untuk disentuh. 2Buat inventarisasi. Setelah menemukan kabelnya, perhatikan panjang dan lokasi setiap kabel. Anda perlu memasang setiap kabel baru kembali ke tempat Anda mencabut kabel usang yang sesuai–dan ini akan jauh lebih mudah apabila Anda mencatat apa yang telah dikerjakan. Apabila Anda menyambungkan kabel-kabelnya pada urutan yang salah, mesin mobil akan macet dan berfungsi dengan buruk. Cobalah tandai setiap kabel dengan pita perekat dan angka sesuai lokasi busi sehingga Anda tidak kehilangan jejak. [4] 3 Kerjakan dengan teratur. Ganti kabel satu per satu dan dalam urutan atau arah tertentu. Hal ini mungkin dapat membantu Anda mengingat kabel mana perlu disambungkan ke mana dan akan mengurangi risiko memasang urutan penyalaan tidak selaras dengan mesin. Tidak usah terburu-buru. Mulailah dengan satu kabel dan selesaikan seluruhnya sebelum mulai menangani kabel berikutnya. Kabel tersebut terhubung pada kedua ujungnya. Anda perlu mencabut masing-masing sisi sebelum memasang kabel baru. Busi harus memantik ketika piston hampir berada pada titik tertinggi di dalam silinder. Dengan demikian, sangat penting memastikan urutannya tidak tertukar. Cobalah memulai pada salah satu ujung mesin, kemudian lanjutkan secara berurutan ke ujung lainnya. 4 Cabut kabel. Gunakan alat pencabut kabel busi untuk mencabut dan melepas kabel. Berhati-hatilah ketika Anda mencabut kabel dari busi. Mesin yang lebih baru memiliki boot karet yang terpasang ketat di atas busi untuk menjaganya tetap kering dan bersih. Lepas kabel dengan menarik pada bagian boot. Apabila Anda menarik kabel, bukan boot-nya, Anda dapat merusak kabel dan membuat bagian kabelnya tertinggal pada busi. [5] Sebagian kabel dapat menempel sangat ketat ke busi. Cengkeram boot karetnya dengan erat. Apabila tidak segera terbuka, cobalah mencabut sembari memutarnya. Periksa boot untuk melihat tanda-tanda jalur karbon. Jalur ini akan muncul sebagai garis hitam dari atas hingga bawah bagian dalam boot. Apabila Anda melihat adanya garis ini, busi perlu dilepas untuk diperiksa. Iklan 1 Kerjakan secara terbalik. Sambungkan kabel baru dengan urutan yang sama dengan saat Anda melepas kabel yang lama. Sebelum memasang boot pada busi, tambahkan sedikit pelumas dielektrik ke boot busi. Boot akan terpasang seluruhnya ke dalam busi ketika terasa adanya klik. Kabel busi tersambung dari distributor atau koil ke busi, dan harus dipasang persis seperti dari pabrikan. Kabel yang tersambung dari koil ke busi yang salah akan mencegah mesin menyala, yang dapat menimbulkan kerusakan. Jaga kabel jauh dari komponen pembuangan uap yang dapat merusak kabel-kabel tersebut, dan jaga kabel agar tidak menyilang satu sama lain. [6] Kabel busi biasanya terletak dalam loom selongsong kabel atau menggunakan standoff penyangga kabel. Kabel yang terletak di mesin atau kabel yang menyilang dengan kabel lain dapat mudah remuk atau bocor atau rusak akibat panas. Oleh karena itu, pastikan untuk memasang kabel pengganti melalui loom dengan benar, dengan cukup baik sehingga tidak berada di atas logam apa pun. [7] Apabila mengganti kabel dengan koil dan perangkat dengan performa baik, ketahuilah bahwa loom yang ada mungkin tidak cocok. Apabila demikian, Anda dapat membeli standoff dengan diameter yang lebih besar untuk menempelkan atau melebarkan lubang di dalam loom. 2Tutup dan kunci kap mobil. Cobalah mengangkat kap setelah Anda menutupnya, dan pastikan sudah tertutup rapat. Anda seharusnya tidak dapat membuka kap tanpa menggunakan kenop di dalam kendaraan Anda. 3 Dengarkan suara kendaraan Anda. Setelah memasang kabel di tempat yang benar dengan hati-hati, nyalakan mesin. Seharusnya mesin berfungsi dan menyala dengan halus. Anda mungkin menyadari adanya daya dan efisiensi baru, terutama jika kabel lama Anda benar-benar usang. Apabila mesin Anda tidak menyala, menyala dengan kasar, atau terdapat salah pengapian setelah penggantian, maka periksa adanya kabel yang tidak berfungsi dengan baik, kabel yang disambungkan ke silinder yang salah, kabel yang tersambung ke penghantar di sepanjang bagiannya, kabel yang tidak terpasang dengan benar di dalam boot, atau boot yang tidak terpasang dengan benar sehingga tidak terhubung dengan koil atau busi. Jangan pernah menyentuh kabel dalam keadaan mesin menyala, atau Anda akan merasakan sengatan listrik yang menyakitkan. Terdapat tegangan listrik puluhan ribu volt yang dihasilkan di dalam sistem pengapian, dan kabel yang tidak terpasang dengan benar besar kemungkinannya akan menyetrum Anda. Kabel tersebut memiliki lebih sedikit penghantar di bagian ujung businya, menjadikan Anda penghantar yang lebih baik. Apabila Anda mendapati salah pengapian yang buruk dalam keadaan mesin menyala atau permasalahan performa lainnya, kemungkinan Anda memasang salah satu kabel pada tempat yang salah. Pertimbangkan menyewa montir untuk mendiagnosis dan memperbaiki permasalahan tersebut. 4Lakukan uji berkendara pada mobil. Ketika melakukan uji berkendara, cobalah beri tekanan pada mesin dengan berkendara menanjak atau memelan pada transmisi tinggi, kemudian percepat dengan menurunkan transmisi untuk membuat sistem penyalaan berada di bawah tekanan. Sistem penyalaan memiliki kemungkinan gagal yang lebih besar ketika berada di bawah tekanan. 5Selesai. Iklan Apabila memungkinkan, cabut dan pasang hanya satu busi dan kabel pada satu waktu untuk menghindari kebingungan yang dapat muncul mengenai lokasi kabel. Sebagian kendaraan mungkin tidak menggunakan kabel busi, apabila terdapat koil di busi. Selalu perhatikan lokasi masing-masing busi. Sangat penting bahwa busi-busi tersebut diletakkan di lokasi yang sama dengan lokasi sebelum dilepas. Menyemprotkan air pada kabel busi dalam keadaan mesin menyala dapat menyebabkan percikan api yang berasal dari sisi sebuah kabel, mengarah ke blok mesin. Hal ini merupakan petunjuk bagus kabel busi yang buruk. Iklan Peringatan Jangan pernah mencoba mencabut kabel busi dalam keadaan mesin menyala. Kemungkinan besar Anda akan tersetrum. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Alat untuk melepas kabel busi Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Koil motor adalah komponen yang memasok daya listrik untuk busi. Setiap sepeda motor tentunya dilengkapi dengan komponen kumparan pengapian ini. Walaupun bentuknya terlihat sederhana, tapi perannya sangat penting. Kalau kondisi koil rusak, motor kamu bakal tidak bisa dihidupkan. Meski punya peranan penting, tak banyak pemilik kendaraan yang benar-benar paham cara kerja koil atau fungsi sesungguhnya. Padahal kalau komponen ini sampai bermasalah dipastikan akan membuat motor mogok. Pasalnya koil motor adalah hal penting dalam sistem pengapian kendaraan. Koil motor adalah Bahkan performa kendaraan bisa terdongkrak signifikan hanya dengan mengganti koil yang mampu melontarkan daya lebih besar. Nah, ingin tahu lebih dalam soal koil? Berikut tiga fakta soal komponen tersebut. Simak ulasannya berikut; 1. Punya dua kumparan Koil motor adalah. shutterstock Dari bentuknya memang koil punya bentuk yang sangat sederhana. Terdiri atas kabel yang kedua ujungnya terdapat komponen berupa kumparan primer dan sekunder. Masing-masing kumparan, punya peran berbeda. Bicara spesifikasi, umumnya kumparan primer memiliki ketahanan listrik sebesar 0,4 sampai 0,6 ohm pada suhu 20 derajat. Sementara kumparan sekunder memiliki ketahanan listrik sebesar 14,5 sampai 22,5 ohm pada suhu yang sama. Hanya saja untuk mengetahui secara detail, sulit dilakukan bila telanjang mata. Kamu membutuhkan alat berupa multitester, ohmneter, spark plug tester dan ignition tester. Setelah punya alat, kamu juga harus memiliki pengetahuan khusus untuk menggunakannya. Singkat cerita, jika spesifikasi kedua kumparan tadi tidak sesuai dengan ketentuan, maka koil perlu diperiksa karena kemungkinan telah rusak. Selain pakai alat, kamu dapat pula mengetahui kondisi koil dengan melakukan uji coba. Langkahnya dengan mencabut tutup kop dan busi. Kemudian tempelkan ujung kabel koil ke massa atau besi beri jarak 1 cm. Lalu putar kunci kontak ke posisi On, nyalakan starter dan lihat kondisi percikan apinya. Jika kondisi percikan api berwarna merah itu pertanda koil lemah. Kalau percikan api ternyata biru, koil masih bagus. Baca juga 3 Cara Mudah Deteksi Koil Motor yang Rusak 2. Menaikkan tegangan listrik Koil motor adalah. shutterstock Fungsi kedua kumparan di dalam koil adalah meningkatkan arus listrik rendah dari aki. Sehingga ketika menuju busi, ada tegangan listrik yang cukup untuk memercikan api supaya terjadi pembakaran di ruang mesin. Koil motor adalah kumparan koil yang bekerja berdasarkan induksi magnet. Kamu bisa melihat dari bentuknya yang dililitkan kawat pada sebatang magnet. Sebagai gambaran, tegangan dari aki motor hanya berkisar 12 volt. Jika tegangan listrik itu melewati kumparan primer dan sekunder, dayanya akan meningkat menjadi sampai volt. Daya itu cukup kuat untuk membantu memantikan bunga api pada busi. Baca juga Plus Minus Menggunakan Koil Racing di Motor 3. Kalau kondisi koil lemah bikin motor mogok Koil motor adalah. shutterstock Sama seperti komponen atau suku cadang lainnya, koil punya umur pakai. Namun tidak ada patokan khusus kapan koil harus diganti. Pasalnya, koil dirancang pabrikan punya ketahanan atau durabilitas yang tinggi untuk meningkatkan tegangan listrik dari aki, sehingga memiliki peran yang penting atas pengapian pada sistem pembakaran pada mesin. Lewat fungsinya itu, tentu akan menjadi persoalan yang rumit apabil kondisi koil dalam keadaan yang tidak baik. Koil yang rusak bisa-bisa menyebabkan mesin motor brebet dan seterusnya mogok mendadak. Hal ini karena kondisi koil yang sudah terlalu lemah, tidak bisa menaikkan listrik secara sempurna. Alhasil tidak ada daya yang cukup dari busi untuk memercikan api yang mendukung pembakaran. Baca juga Rekomendasi 3 Koil Racing, Bikin Performa Motor Makin Kencang! Selain membuat mesin mogok, koil yang rusak juga akan membuat mesin susah dihidupkan. Satu-satunya cara untuk dapat membuat motor kamu berjalan lagi adalah dengan mengganti koil dengan yang baru. Tapi jangan khawatir, adapun cara mencegah motor kamu mogok di jalan akibat kerusakan koil adalah merasakan gejala-gejalanya. Misal brebet, kemudian motor tiba-tiba sering mati sendiri kalau suhu mesinnya panas. Gejala lain koil mulai lemah, motor seperti sulit dihidupkan pada pagi hari. Setelah membaca penjelasan di atas, jadi paham kan kalau koil motor adalah komponen penting untuk pengapian kendaraan. Baca juga artikel terkait Otomotif atau tulisan menarik lainnya di BukaReview. Aditya/Yud
Koil motor yang rusak pastinya akan menggangu kinerja mesin. Pasalnya koil adalah salah satu komponen paling penting pada sepeda motor. Gunanya mendukung sistem pengapian pada busi, dengan cara menaikkan tegangan listrik yang berasal dari baterai atau aki. Kalau kondisi koil mengalami kerusakan, otomatis membuat kinerja pengapian terganggu dan akibatnya motor bisa brebet dan mogok di jalan. Namun untuk mengantisipasi koil motor yang rusak sejatinya bisa dideteksi lebih dini. Koil motor yang rusak Cara untuk mendeteksi koil motor yang rusak sejatinya cukup mudah. Pemilik motor bisa melakukannya hanya dengan bermodal alat-alat yang biasa tersedia di bagasi motor. Nah, seperti apa? Berikut tiga cara mudah mendeteksi kerusakan koil motor. 1. Cabut Kop dan Busi Koil motor yang rusak. shutterstock Cara pertama yang harus kamu lakukan untuk mendeteksi kerusakan pada koil adalah terlebih dahulu mencabut kop dan busi, maka akan terlihat kedua ujung kabel yang menuju kumparan primer dan kumparan sekunder. Baca juga Rekomendasi 3 Koil Racing, Bikin Performa Motor Semakin Mantap! 2. Tempelkan ujung kabel koil ke massa Koil motor yang rusak. shutterstock Untuk mengetahui kuat atau lemahnya kondisi koil, tempelkan ujung kabel koil ke massa dengan jarak sekitar 1 cm. Massa yang dimaksud adalah benda logam yang dapat menghantarkan listrik, apabila susah menemukannya, baut pada motor bisa kamu jadikan alternatif sebagai massa untuk mengeceknya. Setelahnya, putar kunci kontak ke arah On, kemudian nyalakan starter motor dan pada saat yang bersamaan tempelkan ujung kabel koil ke massa atau baut tadi, dan perhatikan kondisi percikan api yang dihasilkan. Apabila kondisi percikan api berwarna merah, itu menandakan koil motor yang rusak atau sudah mulai melemah, sehingga tidak mampu menghantarkan daya listrik yang besar. Namun apabila percikan api masih terlihat warna biru, maka tandanya koil masih dalam keadaan yang bagus atau artinya masih dapat bekerja menaikkan tegangan listrik ke busi. Baca juga Mitos atau Fakta, Koil Racing Bikin Irit Bensin? Tapi selain itu, kamu juga bisa mencoba menempelkan kabel koil tadi ke badan mesin. Bila terjadi percikan api, jangan langsung simpulkan koil dalam keadaan yang bagus. Kamu harus mengeceknya lagi dengan memasang busi, kalau ternyata tidak ada percikan api, berarti koil motor yang rusak atau sudah dalam kondisi lemah sehingga tidak berfungsi secara optimal. Jika sudah demikian, sebaiknya segera konsultasikan dengan mekanik bengkel langganan soal kemungkinan koil motor yang rusak. Pada langkah ini kalau menemukan motor kamu mulai menunjukkan gejala mogok atau tersendat-sendat atau brebet, dan koil masih menyemburkan percikan api biru, berarti ada komponen lalin yang rusak. Ada baiknya cek komponen lain tersebut seperti busi untuk mengetahui penyebab motor kamu mulai tidak enak ditunggangi. Baca juga 3 Fakta Koil Motor Yang Harus Kamu Tahu 3. Mesin tiba-tiba mati Koil motor yang rusak. shutterstock Selain melepas tutup koil dan menempelkannya pada benda logam, ada cara lain yang dapat kamu lakukan untuk mengetahui koil dalam keadaan yang tidak baik. Perhatikan kondisi mesin saat panas atau sehabis melakukan perjalanan yang jauh. Jangan langsung matikan mesin, biarkan mesin dalam keadaan idling. Apabila mesin motor tiba-tiba mati, maka dugaannya sistem pengapian terdapat masalah. Asumsi umum, tidak terjadi pembakaran pada ruang mesin sehingga mesin motor mati dan susah untuk dihidupkan. Baca juga 3 Pilihan Koil Terbaik untuk Nmax, Bikin Perfoma Meningkat Pada kondisi koil yang lemah dan rusak akibat pemakaian, maka sistem pembakaran akan terganggu. Kenapa? Biasanya koil sudah tidak mampu lagi menaikkan tegangan listrik yang rendah, untuk itu tidak ada cara selain mengganti koil dengan yang baru. Kamu bisa memilih koil bawaan pabrik atau versi standar, dapat pula mencoba koil racing dari merek aftermarket. Untuk opsi kedua, ada banyak merek, sebut saja KTC, UMA, TK Racing dan lain-lain. Semua koil itu menawarkan sistem pengapian yang jauh lebih baik dibanding koil standar. Semoga cara mudah deteksi koil motor yang rusak ini bermanfaat, ya! Baca juga artikel terkait Otomotif atau tulisan menarik lainnya di BukaReview. Aditya/Yud
Ditta Aditya Pratama / Begini saat panel penutup busi Honda ADV150 terbuka. Kelihatan kan kop businya? - Melepas cop busi motor jangan saat kondisi panas, begini penjelasannya. Cop busi ini punya tugas cukup penting untuk mengantar tegangan listrik dari koil ke busi. Cop busi jarang sekali dilepas, kecuali kalian ingin memeriksa kondisi busi atau ganti busi. Untuk mencopotnya juga tidak boleh asal, karena ada efek negatif yang bisa muncul jika cop busi dilepas sembarangan. Baca Juga Ternyata Mudah, Begini Cara Mencegah Gir Pompa Oli Motor Rusak Salah satunya adalah diharamkan untuk melepas cop busi dalam kondisi panas. "Melepas cop busi dalam kondisi panas tentu saja berbahaya untuk diri kita. Kalau panas mesin sampai terkena tangan bisa bikin luka," ungkap Doli Pratama mekanik Subur Motor yang bengkelnya di Jl. Warakas Raya Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Selain berbahaya buat tangan, melepas cop busi pada kondisi panas rawan bikin slek atau dol karena kondisinya sedang memuai," tegas Batak sapaan akrabnya. Makanya, disarankan tunggu sejenak sampai kondisi mesin dingin baru melepas cop busi dari posisinya. Baca Juga Termasuk Oli Full Sintetik, Berapa Km Usia Pemakaian AHM Oil SPX?
cara melepas kabel busi dari koil motor